• About
  • Contact
  • Sitemap
  • Privacy Policy

Bumi Sebagai Planet

 



 
ROTASI BUMI
ROTASI ADALAH PERPUTARAN SUATU BENDA MENGITARI POROSNYA (SUMBUNYA) SENDIRI.
AKIBAT – AKIBAT ROTASI BUMI :
1.          TERJADINYA PEREDARAN SEMU HARIAN BENDA LANGIT
*    SEBAGAIMANA KITA KETAHUI BAHWA BUMI BEROTASI DARI BARAT KE TIMUR, TETAPI KITA TIDAK BISA MENYAKSIKANNYA, YANG DAPAT KITA SAKSIKAN ADALAH PEREDARAN MATAHARI DAN BENDA – BENDA LANGIT MELINTAS DARI TIMUR KE BARAT. ITULAH SEBABNYA ANDA SELALU MENYAKSIKAN MATAHARI TERBIT DI SEBELAH TIMUR DAN TERBENAM DI SEBELAH BARAT. PERGERAKAN DARI TIMUR KE BARAT YANG TAMPAK PADA MATAHARI DAN BENDA – BENDA LANGIT INI DINAMAKAN PEREDARAN SEMU HARIAN BENDA LANGIT. DISEBUT PEREDARAN SEMU KARENA SESUNGGUHNYA MATAHARI DAN BENDA LANGIT DIAM DAN BUMILAH YANG BERGERAK DARI BARAT KE TIMUR. JADI GERAKAN TERSEBUT HANYA TAMPAK OLEH PENGAMAT DAN BUKAN PEREDARAN YANG SEBENARNYA.
2.          PERGATIAN SIANG DAN MALAM
*    BAGIAN BUMI YANG TERKENA SINAR MATAHARI MENGALAMI SIANG DAN BELAHAN BUMI YANG TIDAK TERKENA SINAR MATAHARI MENGALAMI MALAM.
3.          PERBEDAAN WAKTU
*    SELURUH PERMUKAAN BUMI DI BAGI – BAGI MENURUT JARING – JARING DERAJAT. JARING – JARING DERAJAT ITU DINAMAKAN GARIS LINTANG DAN GARIS BUJUR. GARIS LINTANG ADALAH GARIS YANG SEJAJAR DENGAN GARIS KHATULISTIWA, SEDANGKAN GARIS BUJUR ADALAH GARIS YANG SEJAJAR DENGAN GARIS TENGAH KUTUB. ARAH ROTASI BUMI SEARAH DENGAN ARAH REVOLUSINYA YAKNI DARI BARAT KE TIMUR. ITULAH SEBABNYA MATAHARI SELALU TERBIT DI SEBELAH TIMUR DAN TERBENAM DI SEBELAH BARAT, SEHINGGA ORANG DI DAERAH INDONESIA BAGIAN TIMUR LEBIH DAHULU MELIHAT MATAHARI TERBIT DARI PADA ORANG INDONESIA BAGIAN BARAT.
*    SEKALI BUMI BEROTASI BERARTI TEMPAT – TEMPAT DI PERMUKAAN BUMI TELAH MENEMPUH 3600 BUJUR SELAMA 24 JAM X 60 MENIT.
SEHINGGA SETIAP 10 BUJUR DITEMPUH DALAM  WAKTU   X 24 JAM X 60 MENIT = 4 MENIT.
JADI TEMPAT – TEMPAT YANG BERBEDA 10 BUJUR AKAN BERBEDA WAKTU 4 MENIT.

Ø PEMBAGIAN WAKTU BERDASARKAN GARIS BUJUR
     TEMPAT – TEMPAT YANG TERLETAK PADA GARIS BUJUR YANG SAMA AKAN MENUNJUKKAN WAKTU YANG SAMA PADA SAAT YANG SAMA PULA. TETAPI TEMPAT – TEMPAT YANG BERBEDA BUJURNYA 10 AKAN MENUNJUKKAN WAKTU YANG BERBEDA 4 MENIT PADA SAAT YANG SAMA ATAU BERBEDA BUJUR 150 AKAN BERBEDA 1 JAM.
     SEBAGAI WAKTU PANGKAL DITETAPKAN GARIS BUJUR 00 YANG MELALUI KOTA GREENWICH DEKAT LONDON (GMT).



CONTOH       :
INDONESIA MEMILIKI TIGA BUJUR STANDAR YAITU 1050, 1200, DAN 1350 BUJUR TIMUR (BT). DENGAN DEMIKIAN WAKTU LOKALNYA BERTURUT – TURUT ADALAH WAKTU GREENWICH DITAMBAH 105/15 JAM, 120/15 JAM, DAN 135/15 JAM ATAU 7 JAM, 8 JAM, DAN 9 JAM.
JIKA LETAK BUJUR STANDAR ITU DISEBELAH BARAT BUJUR NOL, MAKA WAKTUNYA DIKURANGI DAN JIKA LETAK BUJUR STANDAR ITU DI SEBELAH TIMUR BUJUR NOL, MAKA WAKTUNYA DITAMBAH.
CONTOH       :
SUATU SAAT DI KOTA GREENWICH (BUJUR 00) MENUNJUKKAN PUKUL 08.00. PUKUL BERAPAKAH
a.     DI KOTA A YANG TERLETAK DI 450 BB
b.    DI KOTA B YANG TERLETAK DI  400 BT
JAWAB          :
a. PERBEDAAN LETAK BUJUR KOTA A DAN GREENWICH ADALAH 450 – 00 = 450 , KARENA 10 BUJUR BERBEDA WAKTU 4 MENIT, MAKA PERBEDAAN WAKTU KOTA A DAN GREENWICH ADALAH       :
X 4 MENIT = 180 MENIT = 3 JAM   ATAU
  X 1 JAM = 3 JAM
KARENA LETAK KOTA A DI SEBELAH BARAT KOTA GREENWICH MAKA WAKTUNYA DIKURANGI,
JADI KOTA A MENUNJUKKAN PUKUL 08.00 – 3 JAM = PUKUL 05.00
b.    KOTA B TERLETAK DI 400 BT, PERBEDAANNYA ADALAH 400 – 00 = 400 JADI X 4 MENIT = 160 MENIT = 2 JAM LEBIH 40 MENIT.
KARENA KOTA B TERLETAK DI SEBELAH TIMUR GREENWICH MAKA WAKTUNYA DITAMBAH. JADI KOTA B MENUNJUKKAN PUKUL 08.00 + 2 JAM LEBIH 40 MENIT = PUKUL 10.40.

LATIHAN :
DI KOTA C YANG TERLETAK 100 BB MENUNJUKKAN TEPAT PUKUL 10.00. TERLETAK PADA BUJUR BERAPAKAH:
a.     KOTA P YANG MENUNJUKKAN PUKUL 11.00
b.    KOTA S YANG MENUNJUKKAN PUKUL 08.52
JAWAB     :
a.     PERBEDAAN WAKTU KOTA P DENGAN KOTA C
PUKUL 11.00 – PUKUL 10.00 = 60 MENIT
KARENA 10 BUJUR ADALAH 4 MENIT, MAKA PERBEDAAN WAKTU 60 MENIT = PERBEDAAN LETAK BUJUR SEBESAR :  X 10 = 150
KARENA P LEBIH SIANG DARI KOTA C BERARTI P TERLETAK DI TIMUR KOTA C. JADI LETAK KOTA P ADALAH 150 – 100 = 50 BT.
b.    PERBEDAAN WAKTU KOTA S DENGAN KOTA C
PUKUL 08.52 – PUKUL 10.00 = - 1 JAM 8 MENIT
= -68 MENIT
PERBEDAAN WAKTU 68 MENIT = PERBEDAAN BUJUR SEBESAR : X 10 = 170
KOTA S LEBIH PAGI DARI KOTA C, BERARTI KOTA S TERLETAK DI BARAT KOTA C. JADI LETAK KOTA S ADALAH 170 + 100 = 270 BB.

PERBEDAAN HARI
SELAIN PERBEDAAN WAKTU ROTASI JUGA MENYEBABKAN PERUBAHAN HARI ATAU TANGGAL. PERUBAHAN HARI ATAU TANGGAL ITU TERJADI PADA GARIS BUJUR 1800.

1500            1800              1500

       BT                  BB
 
JIKA SEBELAH KANAN GARIS                                                BUJUR 1800 HARI SENIN, DISEBELAH KIRI GARIS BUJUR 1800 HARI SELASA.
CONTOH  :
SEBUAH PESAWAT TERBANG BERANGKAT DARI KOTA A YANG BERADA PADA 1500 BT MENUJU KE KOTA B YANG BERADA PADA 1350 BB. APABILA PESAWAT TERSEBUT BERANGKAT DARI KOTA A PADA HARI KAMIS TEPAT PUKUL 23.00 TANGGAL 15 JANUARI 2009, PADA HARI, TANGGAL DAN JAM BERAPA PESAWAT TERSEBUT SAMPAI DI KOTA B? JIKA WAKTU PERJALANAN DARI KOTA A KE KOTA B ADALAH 4 JAM.
PENYELESAIAN       :
DIKETAHUI : KOTA A PADA 1500 BT
                          KOTA B PADA 1350 BB
BERANGKAT DARI KOTA A HARI KAMIS 15 JANUARI 2009, PUKUL 23.00 DENGAN WAKTU PERJALANAN 4 JAM.
DITANYAKAN : HARI, TANGGAL DAN JAM BERAPA PESAWAT SAMPAI DI KOTA B?
JAWAB     :
SELISIH BUJUR KOTA A DAN KOTA B ADALAH (1800 – 1500) + (1800 – 1350) = 300 + 450 = 750 JADI PERBEDAAN WAKTU KOTA A DAN KOTA B ADALAH X 1 JAM = 5 JAM
PADA SAAT BERANGKAT DARI KOTA A PUKUL 23.00, HARI KAMIS, 15 JANUARI 2009 MAKA DI KOTA B HARI RABU, 14 JANUARI 2009 PUKUL 23 + 5 JAM = PUKUL 28, BERARTI PUKUL 28 – 24 = PUKUL 04.00
PESAWAT SAMPAI DI KOTA B PADA PUKUL 04.00 + 4 JAM = PUKUL 08.00, HARI RABU. TANGGAL 14 JANUARI 2009.



LATIHAN          :
a.     SOALNYA SAMA SEPERTI CONTOH DIATAS TAPI PESAWAT BERANGKAT DARI KOTA B.
b.    SEBUAH PESAWAT TERBANG BERANGKAT DARI KOTA B YANG BERADA PADA POSISI 1650 BB MENUJU KE KOTA A YANG BERADA PADA POSISI 1650 BT. APABILA PESAWAT BERANGKAT TEPAT PUKUL 01.00, HARI KAMIS 15 JANUARI 2009 DAN MEMERLUKAN WAKTU 3 JAM PERJALANAN, PADA JAM, HARI DAN TANGGAL BERAPA PESAWAT SAMPAI DI KOTA A.
JAWAB     :
a.     SELISIH SUDUT DAN JAM : X 1 JAM = 5 JAM
SAAT PESAWAT BERANGKAT DARI KOTA B PUKUL 23.00, HARI KAMIS,15 JANUARI 2009 DI KOTA A HARI JUMAT 16 JANUARI 2009 PUKUL 23.00 – 5 = 18.00. PERJALANAN DARI KOTA B KE KOTA A ADALAH t = 4 JAM. BERARTI PESAWAT SAMPAI DI KOTA A PUKUL 18.00 + 4 = JAM 22.00, HARI JUMAT 16 JANUARI 2009.
b.    SELISIH SUDUT DAN JAM A DAN B ADALAH X 1 JAM = 2 JAM. SAAT BERANGKAT DI KOTA B PUKUL 01.00 KAMIS 15 JANUARI 2009. DI KOTA A PUKUL 01.00 – 2 = PUKUL 23.00 HARI JUMAT, 16 JANUARI 2009.
PESAWAT SAMPAI DI A = PUKUL 23.00 + 3 =  PUKUL 26.00 = PUKUL 26.00 – 24.00 = PUKUL 02.00
BERARTI PESAWAT SAMPAI DI KOTA A PADA PUKUL 02.00 HARI JUMAT + 1 HARI = HARI SABTU, 17 JANUARI 2009.
4.    PERBEDAAN PERCEPATAN GRAVITASI
   g = G
 
BERDASARKAN PENELITIAN YANG MENDALAM DIKETAHUI BAHWA BUMI BUKANLAH BULAT SEPERTI BOLA MELAINKAN BULAT PEPAT. HASIL PENGUKURAN MENUNJUKKAN BAHWA JARI – JARI BUMI KE ARAH KHATULISTIWA LEBIH PANJANG DARI PADA JARI – JARI BUMI KE ARAH KUTUB. DARI PERSAMAAN


KARENA JARI – JARI BUMI KE ARAH KUTUB LEBIH KECIL DARI PADA JARI – JARI BUMI KE ARAH KHATULISTIWA, MAKA PERCEPATAN GRAVITASI DI KUTUB MENJADI LEBIH BESAR DARI PADA DI KHATULISTIWA.
5.    PEMBELOKAN ARAH ANGIN
HUKUM BUYS BALLOT MENYATAKAN     :
a.     UDARA BERGERAK DARI DAERAH BERTEKANAN TINGGI KE DAERAH YANG BERTEKANAN RENDAH
b.    DI BELAHAN BUMI UTARA ANGIN BERBELOK KE KANAN DAN DI BELAHAN BUMI SELATAN ANGIN BERBELOK KE KIRI
DARI HUKUM TERSEBUT DAPAT DISIMPULKAN BAHWA UDARA IKUT BEROTASI DENGAN BUMI. BAYANGKAN KALAU UDARA TIDAK IKUT BEROTASI DENGAN BUMI, SEMENTARA KECEPATAN BUMI BEROTASI 536 m/s. APA YANG AKAN TERJADI?

6.    PEMBELOKAN ARUS LAUT
ARUS – ARUS LAUT SEPERTI HALNYA SISTEM ANGIN DISIMPANGKAN OLEH ROTASI BUMI PADA POROSNYA. DIBELAHAN UTARA SEARAH JARUM JAM DAN DIBELAHAN SELATAN BERLAWANAN JARUM JAM.



REVOLUSI BUMI
 
 


BIDANG ORBIT BUMI MENGITARI MATAHARI DISEBUT EKLIPTIKA. SELAMA MENGITARI MATAHARI POROS BUMI SELALU MIRING DENGAN MEMBENTUK SUDUT 23,50 TERHADAP GARIS YANG TEGAK LURUS BIDANG ORBIT ATAU EKLIPTIKA.
PERIODE REVOLUSI BUMI ADALAH 365 HARI 6 JAM 9 MENIT 10 DETIK.
AKIBAT – AKIBAT REVOLUSI BUMI
1.    GERAK SEMU MATAHARI
MATAHARI TIDAK BEREDAR SETIAP WAKTU DI KHATULISTIWA, MATAHARI PALING JAUH BERGESER SAMPAI 23,50 LINTANG, BAIK LINTANG UTARA MAUPUN LINTANG SELATAN. PADA TANGGAL 21 MARET MATAHARI BERADA DI KHATULISTIWA SELAMA TIGA BULAN DARI 21 MARET SAMPAI 21 JUNI MATAHARI BERGESER DARI KHATULSTIWA KE 23,50 LU. SESAMPAINYA DI 23,50 LU, MATAHARI BERBALIK ARAH DAN SELAMA 3 BULAN DARI 21 JUNI SAMPAI 23 SEPTEMBER MATAHARI BERGESER DARI 23,50LU KEMBALI KE KHATULISTIWA 3 BULAN BERIKUTNYA, DARI 23 SEPTEMBER SAMPAI 22 DESEMBER, MATAHARI BERGESER DARI KHATULISTIWA KE 23,50 LS.SESAMPAINYA DI 23,50 LS MATAHARI BERBALIK ARAH DAN SELAMA 3 BULAN, DARI 22 DESEMBER SAMPAI 21 MARET MATAHARI BERGESER DARI 23,50 LS KEMBALI KE KHATULISTIWA.
                    21 Juni                                                  23,50 LU

00                              23 Sept            21 Maret         Khatulistiwa
    21 Maret
                                                       22 Desember           23,50 LS  

2.    PERUBAHAN LAMANYA SIANG DAN MALAM
SEWAKTU MATAHARI ADA DI KHATULISTIWA PADA 21 MARET ATAU 23 SEPTEMBER, SEMUA TEMPAT DI BUMI MENDAPAT SINAR MATAHARI SELAMA 12 JAM DAN TIDAK MENDAPAT SINAR MATAHARI SELAMA 12 JAM. OLEH KARENA ITU SEMUA TEMPAT DI BUMI MENGALAMI SIANG DAN MALAM YANG SAMA PANJANG YAITU 12 JAM.
SEWAKTU MATAHARI ADA PADA KEDUDUKAN GBU, BELAHAN BUMI UTARA MENGALAMI SIANG HARI YANG LEBIH PANJANG DARI PADA MALAM HARI. SEBALIKNYA BELAHAN BUMI SELATAN MENGALAMI SIANG HARI YANG PENDEK DARI PADA MALAM HARI. DAERAH DALAM LINGKARAN KUTUB UTARA MENDAPAT SINAR MATAHARI SELAMA 24 JAM,SEBALIKNYA DAERAH DALAM LINGKARAN KUTUB SELATAN TIDAK MENDAPATKAN SINAR MATAHARI SELAM 24 JAM.
SEWAKTU MATAHARI ADA PADA KEDUDUKAN GBS, BELAHAN BUMI SELATAN MENGALAMI SIANG HARI YANG LEBIH PANJANG DARI PADA MALAM HARI, SEBALIKNYA BELAHAN BUMI UTARA MENGALAMI SIANG HARI YANG LEBIH PENDEK DARI PADA MALAM HARI. DAERAH DALAM LINGKARAN KUTUB SELATAN MENDAPAT SINAR MATAHARI SELAM 24 JAM. SEBALIKNYA DAERAH DALAM LINGKARAN KUTUB UTARA TIDAK MENDAPATKAN SINAR MATAHARI SELAM 24 JAM.

3.    PERGANTIAN MUSIM
REVOLUSI BUMI DAN KEMIRINGAN POROS BUMI TERHADAP ARAH VERTIKAL SEBESAR 23,50 MENGAKIBATKAN TERJADINYA PERGANTIAN MUSIM. BERDASARKAN HAL TERSEBUT DI ATAS MAKA DI BUMI DI KENAL TIGA IKLIM YAITU :
a.     DAERAH TROPIS ( 23,50LS – 23,50LU)
b.    DAERAH SEDANG (23,50LS – 66,50LS DAN 23,50 LU – 66,50LU)
c.     DAERAH KUTUB (66,50LS – 900LS DAN 66,50LU – 900LU)
DARI KETIGA IKLIM TERSEBUT YANG ISTIMEWA ADALAH DAERAH IKLIM SEDANG, DIMANA DI DAERAH INI TERJADI 4 MUSIM YAITU MUSIM PANAS (SUMMER), MUSIM GUGUR(AUTUM), MUSIM DINGIN(WINTER) DAN MUSIM SEMI(SPRING).
4.    TERLIHATNYA RASI BINTANG YANG BERBEDA DARI BULAN KE BULAN.
RASI BINTANG ADALAH KUMPULAN BEBERAPA BINTANG YANG MEMBENTUK POLA TERTENTU, MISALNYA RASI SCORPIO, RASI VIRGO DLL. SETIAP RASI BINTANG TERLIHAT PADA SAAT YANG SAMA DAN PADA TEMPAT YANG SAMA.

Bumi Sebagai Planet 4.5 5 Rizki Gumilar   ROTASI BUMI ROTASI ADALAH PERPUTARAN SUATU BENDA MENGITARI POROSNYA (SUMBUNYA) SENDIRI. AKIBAT – AKIBAT ROTASI BUMI : 1....


No comments:

Post a Comment

Aturan Berkomentar :

1. Menggunakan bahasa yang sopan
2. Dilarang Berkomentar spam, flood, junk, iklan, sara, sex dsb.(Komentar Akan Saya Hapus)
3. Silahkan gunakan OpenID untuk mempermudah blogwalking

J-Theme